Thursday, June 5, 2014

Mengenal Asal Usul Bingkai Foto atau Frame Photo

Pengunaan Bingkai atau Frame Foto untuk hiasan dekorasi rumah sudah kita kenal sejak kita kecil, bahkan Frame Foto juga dipajang perkantoran, sekolah, kampus, galeri museum hingga ke cafe tempat nongkrong.

Sebenarnya sejak kapan frame ini digunakan dalam kehidupan manusia? Berikut ulasan sejarah bingkai atau frame Foto. Semoga menginspirasi.

Sejarah Bingkai Foto atau Frame Photo

Konon, bingkai ini sudah mulai digunakan sejak jaman Mesir kuno. Salah satu Bingkai tua yang pernah dibuat ditemukan dalam sebuah makam Mesir. Bingkai tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-2 Masehi yang diberi nama Potret Mumi Fayum. Potret Fayum ditemukan di Hawara dalam kondisi masih terpasang dalam bingkai kayunya. Temuan ini menunjukkan potret mumi mungkin telah digantung di rumah pemilik sebelum dimasukkan dalam peralatan penguburan. Potret dan bingkai yang kemungkinan besar mengalami pengawetan disebabkan oleh iklim gurun.

Mummy Fayum © Wikipedia

Menurut situs Wikipedia, menerangkan bahwa Potret-potret mumi atau potret-potret mumi Fayum (atau potret-potret mumi Faiyum) adalah istilah modern untuk potret-potret realistis di papan kayu yang menempel pada mumi dari periode Koptik. Potret-potret semacam ini telah ditemukan di seluruh Mesir, tetapi paling banyak di Oasis Faiyum, terutama dari Hawara dan Antinoopolis. Potret ini merupakan inovasi baru yang melambangkan pertemuan budaya Mesir dengan Romawi. Hingga saat ini sudah sekitar 900 yang diketemukan.

Penggunaan bingkai dalam seni kuno yang digunakan untuk membagi adegan dan ornamen oleh seniman Mesir dan Yunani kuno dalam tembikar dan lukisan dinding, Bingkai kayu pertama seperti yang kita gunakan pada saat ini muncul di lukisan panel kecil pada abad ke-12 dan ke-13 di Eropa. Menurut serangkaian sejarah yang diterbitkan dalam Picture Frame Magazine, pada awalnya lukisan panel berbingkai yang terbuat dari satu bagian utuh . Daerah yang akan dicat diukir, ditinggalkan pada ujungnya dan sedikit menjorok keluar pada tepi luar, seperti nampan. Seluruh bagian adalah kemudian gosok dan disepuh. Ketika disadari metode ini menghasilkan bingkai dan gambar dalam dalam satu lempengan kayu itu terlalu mahal, "metode yang lebih efisien akhirnya dikembangkan yang digunakan cetakan strip. strip tersebut melekat pada sebuah panel kayu datar yang menghasilkan hasil yang serupa dengan panel berukir, sehingga biayanya lebih murah. Jenis bingkai ini dikenal sebagai kerangka gabungan. Yang awalnya terbuat dari cetakan kayu sederhana memiliki strip yang melekat pada tepi luar dari panel kayu.

Selama abad ke-14 dan ke-15, sebagian besar bingkai Eropa digunakan dalam gereja-geraja dipakai sebagai bagian dari altar atau arsitektur gereja. Bingkai yang dihiasi dengan elemen arsitektur meniru eksterior katedral-katedral besar. Bingkai gambar terus mengalami perubahan dan digunakan sampai sekarang.

Pengunaan bingkai foto  

Kemungkinan besar masuk ke indonesia dibawa oleh pendatang eropa. Berikut beberapa fotonya diambil dari koleksi Leiden university.

Ruang kantor jaman Nederland indie circa 1900-1930 SC. © Leiden university/perfectlife

Foto ini menunjukan penggunaan bingkai foto sebagai hiasan untuk ruang kantor, sepertinya adalah pejabat jaman Belanda sedang mengintrogasi penduduk pribumi.

Ruang kerja jaman Nederland indie circa 1900-1930 SC. © Leiden university/perfectlife

Foto kedua ini menunjukan sebuah ruang kerja dengan penanggalan tahun 1020. Ada beberapa frame berbagai bentuk dan ukuran ditaruh di atas meja kerja. Uniknya ada bingkai spesial berisi wayang. Rasanya kita malu melihat hal ini, orang asing saja bangga memasang bingkai berisi wayang, kenapa kita bangsa Indonesia selaku pewaris budaya wayang malah enggan bangga. 

Analisa dari foto foto diatas menggambarkan penggunaan bingkai sudah digunakan sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Bingkai ini terus mengalami peningkatan hingga bertransformasi ke bentuk frame era kekinian.



0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.